Selasa, 17 April 2012

Pembuatan Seismograf sederhana


Halo semua, 
sebelumnya kita sudah membahas masalah gempa bumi, dimana kita tahu gempa bmi tersebut dapat menimbulkan getaran di sekitar dari pusat getaran, dan bahkan untuk pusat yang mengalaminya bisa saja terjadi keretakan pada struktur dan pondasi dari tanahnya.

Sekarang saya akan membahas tentang alat untuk mengantisipasi getaran dari gempa bumi tersebut, ada yang tau ngak sebelumnya alat yang biasanya digunakan untuk mengukur getaran, tepat sekali, SEISMOMETER. Seismometer berasal dari bahasa Yunani yaitu “seismos” berarti gempa bumi dan “metero” yang berarti mengukur. Seismometer pertama kali ditemukan oleh Zhang Heng di China pada abad ke 2. Kemudian John Milne menemukan horizontal pendulum seismograf di Imperial of Engineering (Jepang) pada tahun 1880. Seismometer yang digunakan hingga merekam sinyal dari gempa bumi disebut seismograf. Sedangkan hasil rekaman pada piasnya disebut seismogram. Sebuah seismograf dapat mencatat gempa komponen vertical dan masing- dan gempa komponen horizontal.

Ketika terjadi gempa, getaran gempa yang terekam adalah gelombang primer karena kecepatan rambatnya paling tinggi, lalu diikuti oleh rekaman gelombang sekunder yang memiliki kecepatan rambat lebih rendah dari gelombang primer. Gelombang permukaan datang paling akhir karena memiliki kecepatan rambat paling rendah. Seismograf mencatat semua getaran dan kecepatan rambat gempa bumi dalam bentuk seismogram.
Ada beberapa skala yang digunakan untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Skala Mercalli, Omori, Cancani, dan skala Richter* merupakan skala yang digunakan, namun skala Richter adalah yang paling popular untuk mengukur kekuatan gempa bumi yang disebut dengan magnitude (M). Berdasarkan skala-skala ini orang dapat mengenali kekuatan gempa yang pada akhirnya berguna untuk mengantisipasinya seperti desain konstruksi bangunan dan jalan raya

Pembuatan Seismograph sederhana
Seismograph pada umumnya terdiri dari massa yang melekat pada dasar yang tetap. Selama gempa bumi, basis/dasar bergerak dan massa tidak. Gerakan basis terhadap massa diubah menjadi tegangan listrik. Tegangan listrik dicatat/direkam di atas kertas, pita magnetik, atau media rekaman lain
Alat dan Bahan
a.       Kardus
b.      gelas plastik
c.       Spidol
d.      benang/tali/pita
e.       plastisin (lili mainan)
f.       kertas
g.      gunting
h.      satu gelas batu kecil (kerikil), kelereng atau apapun yang dapat dijadikan pemberat.
Pembuatan Alat
a.       Ambil sebuah kotak dan buka bagian penutup atasnya. Potong penutup bagian atasnya dan putar kotak sehingga sisi yang terbuka menghadap ke arahmu.
b.      Dengan menggunakan gunting, buatlah dua lubang yang saling bersebelahan dibagian tengah atas kotak. Mintalah bantuan orang dewasa untuk melubangi kardus tersebut.
c.       Buatlah sebuah lubang dibagian tengah bawah gelas plastik, satu lubang di sisi gelas plastik, dan satu lubang lagi persis dihadapan lubang yang tadi.
d.      Masukkan spidol melalui lubang yang ada dibagian tengah bawah gelas plastik. Ujung spidol yang digunakan untuk menulis harus mencuat keluar ke bawah cangkir.
e.       Jika lubang yang kamu bikin terlalu besar, masukkan lilin mainan (plastisin) disekitar lubang sehingga spidol tidak bisa bergerak/bergoyang.
f.       Potong benang kira-kira sepanjang 45 cm, dan masukkan ujung benang melewati dua lubang yang ada di sisi gelas plastik.
g.      Kemudian, masukkan benang melalui lubang di dalam kotak, sehingga kedua ujung benang sama-sama berada diluar kotak dan ikat ujung benang tersebut.
h.       Isi gelas plastik dengan kerikil atau kelereng, atau dengan apapun yang bisa dijadikan pemberat. Jangan sampai penuh, cukup ¾ nya saja.
i.        Potong selembar kertas yang panjangnya sama dengan panjang kotak.
j.        Letakkan kertas dibawah ujung spidol. Buka penutup spidol dan usahakan ujung spidol tersebut menyentuh permukaan kertas.
k.      Sekarang goyang-goyangkan kotak tersebut ke kanan dan ke kiri, maka akan diperoleh garis yang berlekuk-lekuk pada permukaan kertas.


Prinsip kerja
Seismometer sederhana menggunakan sebuah beban, pegas dan sebuah penunjuk skala. Beban digantungkan pada sebuah pegas dengan ujung pegas yang lain tergantung pada sebuah tempat. Ketika terjadi getaran atau gempa, maka pegas akan segera meregang atau memendek dan beban akan bergerak karena mempertahankan keadaan inersia/kelebaman akibat bergerak pegas tersebut. Kemudian jarum penunjuk pada beban akan menunjukan skala dari getaran yang timbul. Seismometer jenis ini digunakan untuk mengukur gempa yang arah geraknya vertikal.
Seismometer yang menggunakan pendulum digunakan untuk mengukur gempa yang arah geraknya horizontal. Perangkat ini terdiri dari sebuah horizontal pendulum seperti terlihat pada gambar. Ketika terjadi getaran yang arah geraknya horizontal, maka bola pendulum akan bergerak kesamping dan dibagian bawahnya ada alat seperti pena untuk menggambarkan grafik getaran yang terjadi pada sebuah kertas. Akan tetapi penggunaan pendulum yang sederhana ini belum dapat untuk merekam dengan bagus getaran dengan frekwensi rendah. Untuk mengatasinya, digunakan inverted pendulum yang terdapat pegas pada kedua sisi bola pendulum. Sehingga ketika bergetar, maka salah satu pegas akan meredam getaran dan pegas yang lain memberikan tambahan gaya kepada pendulum yang berakibat pendulum dapat berosilasi dengan frekwensi yang kecil sehingga getaran berfrekwensi rendah tersebut akan dapat direkam pada kertas.

Klo dilihat- lihat alat diatas hanya bisa kita terasa klo kita dalam keadaan terjaga iyakan
bagaimana klo kita dalam keadaan tidur, apalagi yang sampai molornya tidak bisa dibangunin tuh, spertinya perlu suatu alarm untuk membangunkan kita agar bisa terbangun, iya kan

berikut cara pembuatan alatnya yang berupa alarm ya . . .
Bahan
1. Bell pintu kabel (bukan wireless)
2. Kawat listrik halus (bisa dipakai dari kabel bell pintu)
3. Kawat (saya pakai dia 2 mm) (untuk dibuat ring/cincin)
4. Pipa paralon (PVC) (saya pakai 1,5” x 40 cm) (berguna sbg pelindung dari angin atau binatang seperti cicak)
5. Unting-unting* (yang diharapkan bergerak saat gempa)
6. Paku secukupnya
* alat tukang berguna untuk menentukan posisi vertikal, kadang disebut bandul aka. lot
Alat:
1. Palu
2. Tang
3. Gergaji
4. Lain2 yang diperluka

Tidak harus seperti ini yang penting prinsip kerja alat (bisa disesuaikan dengan bahan-bahan yang ada disekitar rumah).
Prinsip kerjanya sih sama saja dengan menekan bell pintu, hanya saja saklar bell dimodifikasi untuk berbunyi saat goyangan unting menyentuh cincin.
Langkah-langkahnya silakan lihat foto2 dan diagram (tutorialnya pake gambar aja yach saya rasa sudah cukup dimengerti) di bawah ini:










Sedangkan untuk sketsa gambarnya sperti ini:


 
Dengan memakai unting-unting yang berbentuk kerucut terbalik itu, kita bisa mengatur tingkat sensitivitas dari alarm kita dengan menarik atau menurunkan unting. Selain itu unting mempunyai berat yang cukup untuk bergerak saat terjadi goyangan.
Yang perlu diperhatikan:
1. Unting dan kabel berbahan konduktor seperti tembaga, besi dan lain-lain.
2. Unting2 dan kabel penggantungnya harus bergerak bebas dalam pipa PVC maupun pada cincin kawat.
3. Bagian atas maupun bawah PVC dibuatkan kotak untuk antisipasi gangguan angin dll (syukurnya saya punya kotak dari plastik sehingga bisa mengontrol posisi unting tanpa harus membuka kotak).
4. Nada bell jangan sama dengan bell pintu.
Tips
1. Baiknya cari nada seperti lagu, jadi agak lebih panjang.
2. Pakai baterai alkaline supaya lebih awet.
3. Kotak pembungkusnya lebih baik transparan supaya memudahkan pengecekan

ok, sekian dulu ya mengenai pembuatan alat seismograf sederhana ya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar